Mie Ayam Teguh Rinjani

Menu makanan lezat tak hanya bisa ditemui di resto-resto terkenal. Di warung kaki lima-pun, bisa jadi anda akan menemui masakan enak, murah namun tetap memiliki citarasa tinggi.

Mie Ayam Teguh Rinjani Semarang contohnya. Meski berada di sebuah warung berdinding kayu, di antara himpitan resto dan cafe terkenal, namun jangan pernah meremehkan citarasa mie ayamnya, jika lidah anda belum pernah mencecapnya.

Terbukti, setiap harinya warung kecil berukuran 2×5 meter ini selalu padat pembeli. Tidak hanya mereka warga sekitar, namun juga para pekerja, mahasiswa, baik yang menggunakan sepeda motor ataupun mereka yang bermobil.

“Sehari kurang lebih habis 190 porsi,” ujar Wagiman (43) sang pemilik warung.

Dan berada di Jalan Rinjani yang notabene merupakan kawasan elit, penuh dengan hotel, resto dan cafe, Wagiman tetap PD dengan warungnya. Baginya, para pengunjung yang datang dan menikmati mie ayam buatannya, adalah penghargaan atas jerih payahnya sejak pertama kali berjualan di tempat tersebut pada tahun 1989.

Mengaku tidak memiliki resep khusus dalam mengolah bumbu mie ayamnya, Wagiman hanya menyebut bawang merah dan bwang putih serta merica, sebagai bahan yang membuat lidah kita bergulung keenakan. Begitu pula dengan bumbu ayam yang ditaruh di atas gulungan mie berwarna putih kekuningan.

“Karena bumbunya hanya itu tadi, maka warna bumbunya setelah ditambah minyak sayur dan kecap asin menjadi berwarna kecoklatan,” imbuhnya.

Sebagai penyedab, cobalah tambahkan pula kecap asin yang tersedia di meja, selain tentunya saos tomat yang bercitarasa agak kecut. Tersedia pula sambal lombok hijau bagi anda yang menyukai rasa pedas.

Untuk bahan pembuat mie, Wagiman mengaku memilih merek terigu tertentu agar diperoleh kekenyalan yang diinginkannya. Ia juga mengaku mengolah sendiri mie berukuran 80 gram itu, agar citarasa dan kekenyalannya selalu terjaga.

Dengan harga Rp 8.000 per porsi, anda tak perlu malu untuk mencicipi mie ayam ini. Pasalnya, sudah banyak disinggahi penikmat citarasa kuliner, sehingga pantaslah Warung Mie Ayam Teguh Rinjani ini direkomendasikan untuk sahabat dan kerabat karib. Namun, jangan risau jika anda harus sabar dan rela mengantri hingga puluhan mangkuk ke belakang. Pasalnya, jumlah pengunjung yang datang ke warung ini sangat banyak sehingga setiap harinya hingga ratusan orang.

Dahulu Mie Ayam Teguh Rinjani buka setiap hari, namun kini hanya buka hari Selasa, Kamis dan Sabtu saja. Demikianlah Review Kuliner dari kami, semoga bermanfaat dan anda bisa datang langsung berkunjung ke Semarang untuk mencicipi lezatnya Mie Ayam Teguh Rinjani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *