Masakan Tradisional, Rasa Istimewa di Mangut Lele Mbah Marto

Tempatnya sangat sederhana, nuansa tradisionalnya masih kental terasa, namun jangan salah, masakan yang ditawarkan oleh tempat yang dikenal dengan Warung Mangut Lele Mbah Marto ini memiliki cita rasa yang istimewa.

Kabarnya, warung yang buka dari pukul 11 siang sampai 4 sore ini selalu ramai didatangi pengunjung. Terutama ketika memasuki jam makan siang, biasanya mobil-mobil sudah parkir di luar gang warung Mbah Marto tersebut. Tidak hanya mobil ber-plat Jogja yang memenuhi parkiran tersebut, malah kebanyakan adalah mobil ber-plat luar Jogja.  Ternyata memang keistimewaan masakan Mbah Marto ini sudah dikenal oleh banyak orang ya. Nona Icip jadi semakin penasaran untuk mencobanya.

warung hanya buka sampai pukul 4 sore. Namun, untuk memuaskan rasa penasaran, Warung yang terletak di Dusun Nggeneng, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Jaraknya kurang lebih sekitar tujuh kilometer ke arah selatan dari kota Yogyakarta, lokasinya tepat berada di belakang kampus Institut Seni Indonesia (ISI).

warung sebelumnya ini ternyata milik menantu dari Mbah Marto, hanya saja terkadang jika ada pengunjung yang datang ke sana, sang pemilik warung suka mengaku-ngaku kalau warungnya adalah warung Mbah Marto, padahal bukan.

sampai sekitar pukul setengah lima sore, warung Mbah Marto sudah sepi, pintu sudah ditutup. Namun dari arah belakang, muncul seorang mbak-mbak yang menyapa dengan bahasa Jawa yang sangat kental. Ternyata, warung Mbah Marto memang sudah tutup dari jam 4 sore tadi.

Salah satu keunikan warung Mbah Marto ini adalah pengunjung dipersilakan untuk mengambil makanan langsung dari dapurnya. Dapur itu sangat kebul, memakai kompor tradisional dengan kayu bakar, warna temboknya pun sudah berubah menjadi hitam. Di dalamnya terdapat beberapa tungku dengan panci besar berisi beberapa menu masakan yang tersisa.

Lelenya cukup oily, kulit terluarnya dimasak hingga kering, namun daging di dalamnya tetap terasa empuk. Bumbunya meresap sampai ke dalam daging. Karena melalui proses pengasapan, maka bagian kulit terluar lele ini terasa agak pahit. Sambal yang melapisi lele cukup pedas, rempah-rempahnya begitu terasa, ditambah dengan pete yang menambah aroma khas pada mangut lele ini.

Bagi anda yang tidak suka masakan pedas, mungkin harus hati-hati ketika memakannya. Overall, rasa mangut lele ini sangat memuaskan. Perjuangan mencari warung makan yang berada di pelosok ini terbayarkan dengan rasa masakan yang sangat enak.

Menu pelengkapnya juga terasa enak. Gudeg dengan rebusan daun pepaya yang tidak terasa pahit, maupun santenan yang terasa gurih, dan krecek manis yang kenyal serta empuk, sangat pas dinikmati sebagai menu sampingan dari mangut lele yang berbumbu cukup tajam.

untuk satu porsi Nasi Lele lengkap dengan sayur-sayurannya dibandrol dengan harga Rp 15 ribu. Termasuk harga yang cukup terjangkau bagi anda, jika dibandingkan dengan rasa, maupun kualitas pelayanannya. Review Kuliner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *